Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 27 Agustus 2013

Buku

#CeritaDariKamar hari ke-27

Rasanya aneh aja gitu jika di sebuah kamar sama sekali nggak ada buku. Di kamar saya, jumlah buku memang nggak sedikit walau masih belum bisa dikatakan banyak. Antara fiksi dan nonfiksi, masih lebih banyak yang nonfiksi deh kayaknya,
tepatnya buku-buku kuliah serta buku panduan bahasa Jepang dan Korea.


Bacaan pertama saya semasa SD adalah komik Doraemon. Siapa sih yang nggak kenal Doraemon. Beranjak SMP, bacaan saya selain komik juga tabloid remaja. Dari tabloid remaja tersebut saya paling suka membaca bagian yang bersifat pengetahuan unik. Saat SMA, jenis bacaan saya semakin bertambah. Selain komik dan tabloid, majalah dan novel juga menjadi santapan tersendiri. Ternyata membaca novel nggak membosankan seperti yang saya bayangkan. Walau novel nggak bergambar seperti komik, tapi dengan membaca novel rasanya otak juga dilatih untuk mendeskripsikan kejadian serta emosi yang sesuai. Ternyata membaca novel itu menyenangkan. Sifat saya yang mudah penasaran, juga mendukung keinginan saya untuk terus membaca.

Memasuki bangku kuliah, selain bacaan juga banyak tontonan. Saat jenuh dengan bacaan tentang perkuliahan, saya mulai tertarik dengan hal-hal santai dan menyenangkan yaitu bahasa asing. Awalnya males banget mempelajari bahasa asing, lha enggres aja yang juga bahasa asing masih belum becus. Tapi ya karena penasaran juga, saya mulai getol belajar bahasa lain. Bahasa Jepang, begitu mulai bisa hiragana dan katakana eh les di kampus yang diadakan salah seorang dosen tiba-tiba dihentikan dengan alasan yang nggak jelas. Lama-lama, beranjak ke bahasa Korea. Otodidak. Suka aja, bukan karena mau diseriusin eh tapi malah nggak terasa jadi serius mempelajari. Membeli kamus serta buku-buku panduan menulis dan berbicara, sering mendengar atau menonton drama atau movie berbahasa aslinya.

Awalnya saya pikir saya akan menjadi fangirl dari boygroup atau girlgroup tertentu, tapi ternyata saya lebih tertarik dengan bahasa (berbicara, membaca dan menulis). Walau saya masih menyukai lagu-lagu berbahasa Korea berdasar lirik dan atau irama. Sedikt banyak, saya jadi mengerti apa yang dimaksud dari sebuah percakapan berbahasa Korea walau nggak sepenuhnya tahu per kata yang diucapkan. Masih basic aja, belum sampai expert.

Bagaimanapun, suatu saat barisan buku itu akan semakin bertambah dengan buku-buku lain yang menarik. Lihat aja nanti *ngomong sama siapa, haa?*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.