Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 17 Januari 2016

Cerita Komedi

*yak...saya jadi inget mau buat cerpen ber-genre komedi. tapi lupa, ini alurnya bagaimana, ceritanya tentang apa. akhirnya beneran jadi tulisan komedi kan.

sungguh komedi sungguh lucu. pembuat tulisan ini gagal membuat cerita komedi karena lupa.

itulah sebabnya, selesaikan satu urusan walau lama, tak apa, asal jangan ditinggalkan terlalu lama.

end.*

HA Ha ha

Apaan Ya..?

Waenyeol...apa-apaan ini!!

Tulisan apa ini~~

Siapa "dia"? Kenapa ada tulisan ini, kenapa tulisan ini di-draft-kan segala.

Saya benar-benar lupa.

Siapa ya?? Hahahahaha


I don't even care if somebody see this note and think that this is sooooo wierd..i don't care.
I just found this note.... hmm cute..

Cute? Which part..?


oh.. poor of me....ha

--------------------------------

Mikir..Mikir.....

Ternyata di suatu waktu, saya pernah membuat catatan seperti ini...

Tak kunjung di-post, mungkin malu, mungkin karena ndak jelas blas, mungkin karena terlalu nge-rap alias cepat susunan kata-katanya, mungkin karena catatan ini kesannya mentah banget dan apa-apa muntah begitu saja, mungkin karena..entahlah~

Mau nge-edit, apanya yang diedit.

Sekarang....setelah dibaca lagi, waw waktu itu perasaan atau pikiran ya yang sedang mendidih? Hmm

Kamis, 30 Juli 2015

"Eh..mbak ini kemarin tralalala.. iya, dia pernah lho begininini begitututu. Saya tau itu... beneran."

Atau

"Tau nggak, mas itu dulu lalala yeyeye. Yah, gitu sih katanya si anu. Mungkin ya, mungkin lho mas itu tak dung cess tak dung dung."

Pernah nggak ngerasa ada dalam percakapan atau malah berujung perdebatan nggak penting "hanya" karena berawal dari prolog seperti (di atas) itu? Pernah pasti. Seeeeeeealim-alimnya manusia, minimal pasti pernah terjebak dalam rumpian macam tu. Pasti.

Di sini saya nggak ngebahas tentang apa atau bagaimana hukumnya dalam aturan beragama atau bagaimana sikap atau solusi yang sebaiknya diambil jika berada dalam situasi seperti itu. No. Saya cuma ingin menuliskan apa-apa yang menurut saya mengganggu (saya) sangat jika situasinya begitu. Serius, ini tulisan uneg-uneg jujur saya yang kadang saya nggak tahan nyimaknya.

Ya, situasinya jelas: ngomongin orang.

Sabtu, 27 Juni 2015

Anak Tetaplah Anak

Sampai kapanpun, bagi orangtua, Ibu dan Bapak, anak-anak mereka tetaplah anak-anak... akan selalu ada keinginan, perasaan untuk selalu merawat dan melindungi anak-anaknya.

Sebagai anak, akankah nanti kita juga merawat dan melindungi Ibu dan Bapak?

Sebagai pengingat bersama...jangan pernah lupa selalu mendo'akan, mengharapkan dan berlaku serta bersikap yang terbaik, berusahalah untuk Ibu dan Bapak kita. Sayangilah Ibu dan Bapakmu sebagaimana Ibu dan Bapakmu menyayangimu diwaktu kau kecil.

Berbuatlah yang terbaik, ringankanlah langkahmu untuk kebaikan orangtuamu walau mungkin terasa berat dan mustahil karena sesungguhnya tak ada yang mustahil buat Allah SWT selama ada usaha dan do'a. Jangan tambah lagi beban bagi Ibu dan Bapakmu. Kesuksesanmu ada karena terkabulnya setiap do'a orangtua yang tak hentinya dipanjatkan. Restu Allah SWT ada pada restu orangtuamu. Ridho Allah SWT ada pada ridho orangtuamu.

:)


Sumber gambar

Jumat, 05 Juni 2015

Aku Sekarang (Sudah) Tahu

Kamu ga akan tau kapan, dimana, bagaimana dan seperti apa permintaanmu dikabulkan karena suatu saat jawabannya seketika itu juga diperlihatkan dengan sejelasnya.

Dan kamu akan tau, itulah jawaban yang kamu butuhkan.

Tunggulah dengan tulus berharap.

Minggu, 31 Mei 2015

Aku Tak Tahu Lainnya

Aku tak tahu rasa lainnya.
Aku hanya tahu satu rasa saat ini.
Hancur.
Aku tak peduli bagaimana orang menilai.
Tentang...
Aku yang dulu.
Aku yang menurut versi mereka, kau.
Aku hanya tahu satu rasa saat ini.
Kacau.