Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 25 September 2013

My Real Hero, Bapak.

Kewajiban buat saya sebagai seorang anak mengidolakan orangtua.
Tak pernah sekalipun terbersit untuk berkhianat dan mengeluarkan nama Bapak dan Ibu dari tiap doa yang dipanjatkan.
Memohon padaNya untuk selalu memberi kesehatan dan kemudahan dalam setiap langkah, setiap urusan serta masalah yang dihadapi.


Tak jarang hal-hal menyedihkan berdatangan dan membuat Bapak dan Ibu menangis.
Saya tak suka melihat Ibu menangis. Saya benci melihat Bapak menangis.
Suatu saat Bapak pernah menangis di samping Ibu seusai saholatnya menyesali mengapa anak-anaknya bersikap membenci satu sama lain. Menaikkan suara satu sama lain. Mencaci. Ah.
Pertama kali saya melihat Bapak menangis dan perih rasanya.
Saya sering dibuat menangis mendengar nasihat Bapak yang terdengar "mengganggu".
Tapi saya benci mengetahui Bapak menangis, apalagi karena saya adalah salah satu alasannya.

Bapak adalah seorang yang keras kepala tapi tenang. Disiplin tapi lembut. Berkeinginan kuat tapi juga bisa bersabar. Bapak sungguh bervariasi.
Bapak seorang pekerja keras nan cerdik.
Pergi mengajar dengan membawa tas berat berisi laptop juga buku-buku.
Selalu ada cerita atau pengetahuan yang dibagi. Hal-hal lucu ataupun menyebalkan.
Jarang bahkan tak pernah terdengar keluhan atas setiap pekerjaan yang dilakukannya.
Bapak yakin, semua bisa dikerjakan selama bersungguh-sungguh.
Tapi Bapak kadang berbagi cerita mengeluhkan tentang perlakuan sesama teman sejawat yang keterlaluan.
Selalu memiliki cara untuk mengakali suatu benda menjadi benda yang lain.
Lebih suka mengerjakan semua sendiri selama beliau mampu melakukannya. Entah karena tak percaya pada hasil pekerjaan orang lain atau karena merasa tertantang untuk mengerjakannya sendiri.
Semua dilakukan Bapak dengan sepenuh hati untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan sekolah keempat anaknya yang tak bisa dibilang murah.
Bapak bersikap santai dan bersahabat tapi tak memanjakan.
Saya tak pernah sekalipun melihat Bapak terlalu santai. Selalu ada saja yang dikerjakan juga selalu ada yang dipikirkan.
Satu yang tak pernah terlihat tumbuh. Kuku. Entah kapan Bapak memotongnya, saya heran sampai menganggap apa iya kukunya Bapak tak pernah tumbuh. Hahahaha, juga rambut tak pernah panjang atau gundul. Tiap berapa saat Bapak rutin memangkas rambutnya dan Ibu atau salah satu anaknya kebagian merapikan yang masih belum seimetris. Bapak mungkin menganggap keluar rumah hanya untuk memangkas rambut adalah hal merepotkan, selama itu bisa dilakukan sendiri di rumah.

Saat makan Bapak selalu mengajak semua anaknya juga untuk makan, walau anaknya sudah di kamar.
Bapak paling risih mendengar orang mengkritik makanan.
Contohnya saat makan makanan yang bukan berasal dari Indonesia lalu merasa kurang pas dengan selera lidah, ada saja yang berkomentar "kurang garam", "kurang gurih", "kok agak gimana ya rasanya". Bapak akan segera "ssh! makan aja. jangan banyak mengeluh. syukuri." dengan santai terus saja memakan makanan tersebut. "mungkin kalau tersesat di hutan, Bapak yang paling bisa bertahan. di hutan semua bisa jadi makanan. nyamm~" sambil menyuapkan kembali makanan asing tersebut. :)  
Kami sebagai anak-anaknya kadang melakukan kesalahan dan itu selalu tapi pada akhirnya mengerti sendiri mana yang baik mana yang tak baik, tanpa harus diperintah atau disuruh-suruh.



My real hero, Bapak.


#PeopleAroundUs Day 15


4 komentar:

  1. terharu,,,baca ini jadi ingat bapakku di rumah,,,,,,hiks,,,
    appa saranghaeyo!!!!

    BalasHapus
  2. kadang sy lupa kalau Rany anaknya "Pak Guru"...hehe... masih inget dulu pernah sempat di sindir ama Bapak, hehe... karena batuknya g berhenti waktu lagi ngikutin pelajaran.. sempat merinding waktu itu, tapi pelajaran elektro g kan pernah terlupakan, soalnya karena itu sy tahu gimana cara gunain solder, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Pak Guru" manusia biasa...ah, baru diomongin semalem, nggak sengaja liat sedang potong kuku, kasian kelolosan..ikut kepotong kulitnya sampe berdarah :(

      disindir bukan ditegur?nggak enak pasti...maafkan ya..btw sama, sy juga jadi tau cara pakai solder..

      Hapus

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.