Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 17 Maret 2012

Finally

"Selamat jalan" kasih. Mungkin cukup sampai di sini penantianku, harapanku padamu. Kau yang tidak mengetahui bagaimana perasaanku ini. Ya...rupanya diriku hanya cinta sendiri. Biarlah rasa sakit ini kusimpan sebagai kenangan atas dirimu dalam hati dan ingatanku untuk meyakinkanku bahwa kau nyata.

-R-

Setelah membaca surat itu, dengan berat hati kemudian kugulung dan kumasukkan dalam sebuah botol kaca bening dan kututup rapat botol tersebut dengan penutupnya. Yakin ku berdiri dari posisi dudukku di atas hamparan pasir. Kemudian sambil mengambil ancang-ancang, kulemparkan botol tersebut ke arah datangnya ombak yang menuju pantai dengan sekuat tenaga. Berharap dengan cara ini aku dapat pula melepas harapanku untuk bersamanya. Sejenak ku terdiam. Mengalir air mata dari sudut mataku yang segera kuseka. Kemudian ku memalingkan wajah  sambil mulai berjalan pelan di hamparan pasir pantai itu yang terasa hangat menyentuh telapak  kakiku.

Suasana pantai di sore itu begitu sepi dari hadirnya orang-orang sejauh mata memandang, seolah tahu hatiku yang sedang membutuhkan ketenangan itu. Hanya suara deburan ombak yang menghantam karang dan suara khas angin pantai.

Annyeong~ 

2 komentar:

  1. Fiksi,mbak yu..semacam epilog ceritanya si Rhasya kemarin. Masih ingatkah?hehehe :D

    BalasHapus

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.