Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 30 Desember 2013

Basa-Basi

Jadi begini ceritanya.....

Saya yang me-nye-bal-kan atau saya yang salah menangkap maksud.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Kemarin.

SMS

A: "Sudah ujian?"

Saya: "Belum."

A: "Sudah daftar ujian?"

...

sekian menit kemudian~

Saya: "Belum."

Sebenarnya yang ada di pikiran saya, "memangnya kenapa sih?" tapi kan kalau sekedar tulisan, siapa saja bisa salah mengartikan 'emosi' tulisan tersebut. Maunya ya ngomong langsung...biar enak gitu keluarin(emosi)nya. hehe

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini.

SMS

A: "Syarat untuk daftar, cuma telah mengikuti blablabla kan...ga ada, minimal nilai sekian sekian sekian untuk blablabla?"

Saya: "Iya, yang penting udah ikut blablabla."

A: "Bener nih, ga ada minimal nilai sekian sekian sekian."

Saya: "Iya."

Sebenarnya yang ada di pikiran saya, "ngapain masih bahas itu. pertama, saya udah jawab. kedua, kau sudah tahu itu." tapi males ah debat.

Lagipula, si A kenapa tanya-tanya via SMS...pas ketemu kok ga nyungging-nyungging *sengaja typo* masalah itu.

*ya pasti karena dia udah tahu jawabnya.*

*atau...apa dia kangen ya, haha.*

*tuh kan kayaknya saya salah menangkap maksud*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FB

Si B "pamer" foto sensitif. Nikahan and hasil USG kandungan, alasannya biar pada cepet ikutan.

Hih.

Lu kate masak mie instan, yang ga sampe 10 menit jadi. Ente seneng ane ikut seneng, tapi tapi tapi...pamernya ga usah gitu-gitu amatlah. Kok berasa dipojokin dengan perrrrnyataan atau perrrrrtanyaan kayak gitu. #SENSI 

*tuh kan kayaknya saya salah menangkap maksud, deh*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Twitter

Si C bilang, "Suka-suka dong, mau follow siapa."

Jadi, artinya ga masalah dong kalau dia juga diperlakukan "suka-suka-mau-terus-follow-atau-unfollow"...tapi dia malah  ngetwit plus mention, "si @centong unfollow gue..." maksudnya pamer ke followernya gitu -_-

Si D bilang, "Jangan nge-judge orang lah. #nomention"

Padahal dengan twitnya yang begitu, sebenarnya dirinya sedang nge-jugde orang yang belum tentu berpikir sedang nge-judge orang lain....nah, kalimatnya agak membingungkan ya.

*ini apa saya yang salah menangkap maksud, ya*

Terkadang beda tipis antara memberi motivasi, ngeluh dan pamer. haha itu saya kadang-kadang tanpa sadar, sadarnya setelah nasi jadi bubur...alias, udah telat!!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kisah nyata.

Curcol ke dosen.

Dosen A: auranya menyalahkan kelambanan kemajuan tugas saya.

Saya: "Sebenarnya Pak, dengan beliau enak pas diskusi tapi lama di beliau laporan saya. Saya sudah berusaha mempercepat diri tapi di beliau yang lama." kok kesannya jadi ngeluh, padahal maksudnya sekedar FYI gitu.

Dosen A: dengan intonasi bijak dan santai, " Ya, beliau pasti ada kesibukan lain."

Saya: mingkem.


Di lain waktu.

Dosen B: "Kamu kok lama progresnya?" tiba-tiba bertanya dan bikin kaget.

Saya: "Bu, sebenarnya yang lama di dosen itu. Enak sih, pas diskusi tapi agak lama prosesnya..."

Dosen B: "Salah kamu sih kurang gesit. Beliau pasti ada kesibukan." lho kok...

Saya: "Udah Bu, saya berusaha gesit. Tapi ya, entahlah mungkin memang sama-sama salah." ga mau kalah.

Dosen B: "Oh ga bisa gitu, kamu yang salah." ngotot.

Saya: "Hm..." mingkem *aduh, salah ngomong dah*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Biarlah apapun itu, yang jelas hanya ingin bilang.......*walau mungkin ga ada hubungannya dengan tulisan di atas*:

"Jangan selalu melihat semua dari matamu, walau kau tak melihat dari matanya

setidaknya pahami saja apa yang dilihatnya.

Jangan menganggap apalagi membanding-bandingkan bahwa orang tidak menderita

hanya karena mereka tidak mengalami penderitaan yang sama denganmu.

Suatu saat mereka baik dan baik-baik saja, tapi ada kalanya mereka harus merasakan

sesuatu yang tidak baik dan jangan berharap mereka selalu bersikap baik dan baik-baik saja.

Janganlah jadi seorang yang pendendam, ingatlah....apa memang seharusnya kau membuang seseorang

yang telah mewarnai cerita hidupmu hanya karena berselisih paham?

Janganlah jadi seorang yang hanya 'bersama dalam suka dan duka' di bibir saja."


Semoga kita dihindari dari berlaku hal yang ga baik, aamiin.




Salam, annyeong chingu~

2 komentar:

  1. setiap manusia punya masalah...
    tapi tidak setiap manusia memiliki sikap yang sama dalam menghadapi masalah...

    setiap orang memiliki satu kehidupan...
    tapi tidak setiap orang memiliki cara hidup yang sama....

    hargai diri sendiri, berbuat baiklah pada diri sendiri...
    tapi jangan membanggakan diri sendiri...

    be true to yourself...
    jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain...
    karena kita memang diciptakan berbeda...

    tidak ada anak yg suka dibandingkan dengan anak orang lain bukan?...
    hiduplah sebagai dirimu sendiri....

    onni fighting....
    you can do everything you want to do ...

    katakupun hanya sebatas kata-kata...
    sebagai manusia pasti ada rasa-rasa aneh yg muncul...
    tapi bagaimana kita berusaha menjadi lebih baik...
    itu yang terpenting....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aeslah Yiq... betul banget! fighting!! :)

      Hapus

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.