Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 18 September 2011

Galau itu….ihh, amit-amit


Semua yg hidup pasti pernah merasakan galau, gak hanya manusia aja, binatang n tumbuhan pun juga galau tapi entah bagaimana caranya, gak pernah jadi binatang atau tumbuhan saya…ataupun wawancara dgn makhluk selain manusia (gila kali yakk) *gawat mulai timbul gejala galauan ini* -____-

Hal2 sepele gak penting (menurut orang) bisa jadi penyebab kegalauan muncul, misalnya ada jerawat gede muncul di jidat, noh…bayangin aja pas sujud waktu sholat, bikin nyut2an, uring2an, galau deh. Atau pengen beli apa gitu, tapi duit cekak karena habis mborong ini itu, kesel, galau deh. Liat orang yg bikin hati gimanaaa gitu jalan bareng ma orang lain (yahh sebenarnya gak ada urusan secara langsung sihh), sakit ati (sendiri), galau deh.Yaaa kayak2 gitulah~ *berasa nguleg secobek bawang merah, gak jelas tapi tiba2 perih, nangis n bingung*

Iihhh sebel deh kalo ngungkit2 soal galau, yaah apa boleh buat. Tuntutan judul. Saya buat tulisan ini juga bukan karena sedang galau tapi waktu ‘selingan’ ngerjain skripsi, weeew sebel sebel sebel #bejekbejektangansendiri, cuma  pengen aja karena liat2 buku yg khusus saya tulisi kalao sedang ingin berpuitisasi…eeaaa, maksudnya buku itu bakal saya tulisi kalo lagi (seringnya) empet ama keadaan2. Astaghfirullah….keadaan disalahin.



Buku kamuflase…depannya Winnie the Pooh, dalemnya hohohoho


FYI *eeeh, penting yaa -__-* setiap nulis yg kayak ‘gini’, saya jarang ngasih judul…n adanya tanda “buka tutup kurung” itu kurang lebih u/ dimengerti apa yg saya maksud (waktu itu) ^^v

Oke, berikut beberapa ‘puisi2’ yg ada di dalamnya si Winnie (ckckckckck~~~) :

 Kira-kira beginilah tulisan di dalam si Winnie

Saya hanya butuh teman
Teman yang saling ada
Bukan teman yang baru menyadari ketiadaan saya
(bukan) Teman yang baru menyadari saya mulai tidak bersamanya, padahal selama ini saya selalu ada bersamanya

Selama ini (saya, pertemanan ini sepertinya) hanya disiakan

Setelah saya tidak bersamanya, apa sekarang baru disadari bahwa saya bisa berguna seandainya saya bersamanya?

Setelah saya mulai tidak bersamanya, lantas baru disadari bahwa saya tidak ada dan (kemudian) dianggap menghianati??

Sayalah yang merasa dihianati, karena teman saya tidak memahami, menghargai semangat saya. Penantian saya terhadap teman…

_07.02.’11_7:30 am_
*Waaahh waktu itu mereka…saya…aish!! Lanjut~



 Next one….

Saya suka, karena dia adalah dia
Setiap saya bicara sama dia, itu adalah usaha berat saya untuk melakukannya
Saya ndak tau bagaimana pikirannya tentang saya
Karena dia, saya bisa merasakan kalau saya tidak seperti saya yang biasanya

Berat rasanya kalau harus mengaku ke dia
Rasanya dia begitu jauh…
Buat saya rasanya ndak nyaman, sakit, sesak, berat

Saya ndak mau dia jadi benci, terganggu atau (jadi) suka saya karena saya suka dia

Saya ngerasa (demi) apapun, dia ndak akan tau

Saya capek…merasa capek karena berat untuk (me)tahan perasaan seperti ini.
Capek. Capek membayangkan kalau kemungkinan dia (ndak suka saya) ndak peduli.
Kenapa (harusnya) dari awal hati saya (ini) ndak ketemu dia saja (sekalian), biar saya ndak capek.
Ndak seperti ini?

_16.02.’11_11:21 pm_

*Aduuhh~ keliatan banget,,,maluuu. Aaaaaa Ibuuuuu *rasanya bener2 pengen di bawah ketek Ibu, mmm dipeluk maksudnya* :|



Another one…

Kau berusaha mengerti seseorang apa adanya keadaannya…
Karena suatu saat kau akan berada pada keadaan itu.

Tapi…pahamkah orang lain saat kau sebenarnya sedang berusaha mengerti, memahami, memaklumi keadaannya??

Ya, begitulah….
Setiap orang butuh ‘waktunya’ sendiri suatu saat tanpa dia kehendaki.
Waktu dimana dia ingin (butuh) sendiri.
Waktu dimana dia ingin bersama dengan seseorang (orang-orang) yang berbeda.
Wkatu dimana dia ingin orang lain memahami, memaklumi, mengerti bahwa “ya…begitulah dia, biarkan dia sejanak…” namun bukan (berarti) waktu dimana “biarkan saja dia…”

Saat kau menyakiti orang yang kau sayangi, kelak kau pasti menyesal dan akan merasakan yang lebih sakit.

Dan untuk kembali (seperti keadaan sebelumnya) akan susah, karena orang lain tidak memahamimu (seperti yang kau harapkan).

Namun kau dapat merasakan saat seseorang yang kau sakiti memaklumi, mengerti, memahami dirimu, bahwa kelak (akhirnya) kau dapat terbuka mengutarakan rasa.

_18.08.’09_
*Kadang saya merasa mengalami ‘keadaan yg sekarang’ lebih dahulu baru kemudian mengalami ‘keadaan yg dulu’ setelahnya…ini aneh, kan. Rahasia Tuhan. #merinding



The last one…

Kenapa (kebanyakan) beberapa orang hanya memperhatikan satu dari dua orang yang ada…?
Kenapa ada sebagian orang hanya bertegur sapa pada orang yang selalu ada untuknya? namun, pernahkah sedikit saja dia ada untuk orang lain?
Kenapa ada orang yang terkadang berlebihan mengambil sikap atas apa yang menimpanya?
Kenapa ada orang yang jadi tidak lagi begitu perhatian pada orang yang sedang dalam masalah, apa sebegitu tidak ada artinya seseorang di mata mereka saat orang itu tidak bersama mereka untuk beberapa waktu?
Kenapa setiap orang harus memiliki pikiran buruk terhadap orang lain, bahkan saudara atau keluarganya sendiri?

Karena manusia adalah manusia…
Punya persamaan namun punya lebih banyak perbedaan.
Namun hal itu tidak sepatutnya dijadikan alasan untuk saling menjauh…

Apakah kurang cukup untuk memahami orang lain, sehingga tidak ada perasaan untuk dipahami…

Jika jauh dekati. Jika pergi ajak kembali. Jika menghilang cari.

Karena setiap orang butuh tempat kembali…dan tak ingin selamanya sendiri (walau kadang butuh waktu untuk sendiri).

_19.08.’09_1:45 am_
*Keadaannya mirip seperti sebelumnya, tapi ini lebih ke perasaan waktu saya merasa ‘gak deket’ dengan teman saya sendiri…jadi inget, waktu itu antara bingung n kesel.


Cukup dulu deh, ‘puisi’nya…ughh perasaan jadi gak (begitu) enak lagi~~~~ n maaf yaa karena gambarnya kurang jelas :(

Jadi ingat kata-kata bijak, punyaaa punyanya…mmm punya siapa yaa, lupa. Maaf *menganggukkan kepala, bukan mengagguk-angguk -___-*. Begini, “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”. Tuh kan, kalo kamu kuat secara perasaan, InsyaAllah “kamu memang kuat” n gak ada deh terlalu terpengaruh galau-galauan n semua bisa dirasakan dg hati tenang, kepala dingin #ting *kedip*.
Kesimpulannya…bener kan, galau itu….ihh, amit-amit. Gak ada bagus-bagusnya. Fighting!!! Semangat!!!

_Ranran_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.