Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 21 Juli 2012

SNTEI

Buah semanggi buah semangaka, selamat pagi salam sejahtera. Begitulah Bapak Prof. Dr.-Ing. Kalamullah Ramli staf ahli Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi, Bidang Teknologi pada tanggal 17 Juli 2012 kemarin di Hotel Lombok Plaza Mataram Nusa Tenggara Barat pukul 09.07 WITA membuka kalimat sebagai keynote speaker dalam Seminar Nasional yang diadakan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram (Unram). SNTEI - I singkatan dari Seminar Nasional Teknik Elektro dan Informatika yang pertama merupakan forum komunikasi dan konsultasi antar berbagai pihak yang terkait di bidang Teknik Elektro dan Informatika dengan tema "Teknik Elektro dan Informatika dalam Pengembangan Teknologi Berkelanjutan". Rencananya kata Ibu Rosmaliati, ST., MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Unram, SNTEI insyaAlloh akan diadakan secara berkala tiap dua tahun sekali.


Jadwal acara SNTEI - I terdiri dari Special Session dan Technical Session. Special Session yang terdiri dari Special Session 1 dimana Bapak Kalamullah sebagai keynote speaker serta Special Session 2 yang dilakukan secara panel [satu sesi presentasi terdiri dari dua atau lebih pemakalah atau pemateri yang mempresentasikan materinya secara maraton kemudian sesi diskusi dilakukan setelah panelis [sebutan untuk orang yang melakukan panel] terakhir selesai mempresentasikan materinya hyuuu~ penjelasannya juga maraton] antara Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo, M. Eng [ITS] dan Dr. Ir. Endra Pitowarno, M. Eng [PENS]. Sedangkan Technical Session terdiri dari Paralel Session yaitu pemakalah baik dari dosen maupun mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok kategori yaitu komputer [terdapat dua kelompok], STL [Sistem Tenaga Listrik] [satu kelompok] dan Telkom [satu kelompok] dimana tiap kelompok terdiri dari beberapa pemakalah yang mempresentasikan materinya secara panel dengan waktu yang telah ditentukan.

Jujur, saat Technical Session saya gak begitu konsentrasi menyimak karena selain sudah capek duduk lama sebelumnya saat Special Session yang baru selesai pukul 12.08 WITA juga karena AC ruangan yang rasanya lama-lama jadi tambah dingin *pas di bawah AC ternyata* -___- ndesoo...begitulah saya, kalau suhu sekitar dingin saya jadi gampang kedinginan dan begitu juga kalau suhu sekitar panas saya juga pasti gampang kepanasan. #semacambunglon Alhasil telapak tangan dan kaki jadi berasa beku karena dingin, tapi herannya sama sekali gak ngantuk padahal perut juga sudah kenyang. Ah, sudahlah...

Pada Special Session 1, Bapak Kalamullah berbicara mengenai peralihan penyiaran TV analog ke penyiaran TV digital. Kenapa harus beralih ke TV digital? Yaitu karena International Telecommunication Union [ITU] melalui the Geneva 2006 Frequency Plan Agreement telah menetapkan bahwa tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk negara-negara di seluruh dunia melakukan migrasi penyiaran TV analog ke penyiaran TV digital. Teknologi analog akan semakin mahal pengoperasiannya dan secara bertahap menjadi usang. Spektrum frekuensi merupakan sumber daya terbatas, sehingga efisiensi menjadi kritikal karena penggunaan teknologi digital berarti menjadi penghematan spektrum frekuensi. Indonesia sudah memulai program migrasi ke TV digital sejak tahun 2003, sehingga sudah memiliki hampir sepuluh tahun waktu persiapan. Besarnya potensi keuntungan yang hilang dan potensi kerugian yang timbul bagi masyarakat dan negara jika tidak dilaksanakan. Selain itu manfaat penyiaran digital yaitu bagi konsumen kualitas gambar dan suara lebih baik serta pilihan program siaran lebih banyak, bagi lembaga penyiaran yaitu efisiensi infrastruktur dan biaya operasional dimana energi yang diperlukan TV digital untuk beroperasi hanya 1/6 energi dari TV analog, bagi industri kreatif yaitu menumbuhkan industri konten, bagi industri perangkat yaitu kesempatan industri nasional untuk memproduksi Set Top Box [perangkat penerima siaran TV digital yang terpisah dari TV] serta bagi pemerintah yaitu efisiensi spektrum frekuensi radio. Selain itu Bapak Kalamullah juga menjelaskan bagaimana nantinya yang secara bertahap dilakukan Analog Switch-Off [ASO] dengan target pada tahap ketiga yaitu tahun 2018 penghentian TV analog secara total di seluruh Indonesia [fully digital] [sumber: keminfo]. Presentasi beliaupun diakhiri dengan pantun Mari Pangestu mengunyah sirih, cukup segitu dan terima kasih. Beliau gak bisa melanjutkan acara sampai Special Session berakhir karena harus bersiap-siap untuk 'terbang' untuk menyelesaikan seleksi TV digital sekitar 30 channel di Bukit Tinggi. Semoga lancar dan terima kasih juga ya, Pak.

Beranjak ke Special Session 2, Bapak Mauridhi menjelaskan mengenai Computational Intellegence. Sebenarnya sederhana saja beliau menjelaskan yaitu beliau memaparkan tentang ragam mimik ekspresi manusia yaitu sedih, marah, bahagia, jijik dan takut yang dapat digunakan menjadi acuan ekspresi wajah sebuah animasi. Beliau juga menambahkan seharusnya ada satu ekspresi lagi yang ditambahkan yaitu terkejut. Selama presentasi, beliau selalu menyisipkan joke. Seru pokoknya. Beliau yang tergabung dalam Badan Akreditasi Nasional juga menyempatkan menyampaikan pentingnya sebuah gelar dalam penilaian akreditasi. Kenapa beliau tiba-tiba menyampaikan itu? Karena Fakultas Teknik Unram membuka jurusan baru yaitu Teknik Informatika. Beliau menyampaikan bahwa jangan sampai ada sarjana Teknik Informatika nantinya yang bergelar S. Kom, itu salah kaprah karena bagaimanapun Teknik Informatika ada di bawah (naungan) Fakultas Teknik. Karena aturan pemberian gelar dunia untuk sarjana teknik dan seterusnya yaitu bergelar teknik atau engineering.


yang sedang berbicara adalah Bapak Mauridhi
 *nyerah ambil gambar pembicara jarak jauh setelah liat hasil gambar ini*
wiiiih ada Pak Paniran dosen konsentrasi arus lemah tampak belakang
*yang kenal pasti tau*

 Pemateri terakhir dalam Special Session 2 yaitu Bapak Endra yang memaparkan tentang Mechatronics and Robotics. Bagian ini yang paling seru, karena cukup banyak menjelaskan tentang robot-robot yang berhasil PENS buat. Robot-robot yang dibuat antara lain robot gegana yang berbentuk seperti mini tank, robot pemantau yang kerjanya seperti helikopter [naik-turun] persis seperti robot berkamera yang ada di film 3 Idiots serta robot rudal yang bisa dikendalikan. [PENS juga berencana membuat satelit pemantau...] Berhubung robot-robot tadi berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara jadi gak dijelaskan atau dipublikasikan dengan detail. Beliau juga menjelaskan di Indonesia juga terdapat laboratorium robot bawah air di Sukolilo Surabaya. Keren banget dah pokoknya >__<

Keseluruhan jadwal seminar nasional selesai sekitar pukul 16.00 WITA walaupun jadwal sebenarnya untuk semua kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WITA. Tapi tak apalah, toh capeknya udah gak ketulungan *maklum faktor U* setelah melanjutkan duduk lagi untuk kegiatan Paralel Session sekitar pukul 13.45 WITA dan selesai kurang dari pukul 16.00 WITA setelah saya ikut sebagai peserta dalam salah satu kategori kelompok komputer yang menampilkan 12 orang peserta pemakalah.


tetep gak tahan untuk gak coret2

paralel session kategori kelompok komputer 2
yang saya ikuti

paralel session kategori kelompok komputer 1
di seberang kelompok komputer2

Hari itu memang untuk pertama kalinya dapat pengalaman mengikuti seminar nasional....karena memang jarang banget ada seminar taraf nasional apalagi internasional jadi rasanya beruntung. Walau ada beberapa kekurangan tapi kegiatan itu merupakan salah satu pengalaman berharga, dan walaupun juga sama sekali gak ada teman sengakatan yang ikut padahal itu kegiatan jurusan. Sebenarnya sudah dapat subsidi dari jurusan khusus buat mahasiswa Teknik Elektro, tapi mungkin biaya pendaftaran juga masih lumayan mahal untuk ukuran mahasiswa, hehehe.

Wahhhhh....lama juga ya, oke cukup sekian n terima kasih. Met ngabuburit... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.