Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 31 Januari 2014

"Sebuah" Hubungan yang Ruwet

iseng-iseng nonton drama yang katanya bakal sampai seratus lebih episode, BARU nonton sampai 43 episode tapi yang jadi masalah masih belum keliatan jalan keluarnya...


lhaaaaa 43 episode..iseng apa niat.

jadi cerita drama yang judulnya Melody of Love ini, tentang hubungan manusia (berhubungan bingit sama yang namanya perasaan) yang ruwet...

udah tahu ruwet, masih juga diikuti....


#yang menjalani:

wanita A mulai menyukai pria A tapi masih bingung dengan perasaannya.
pria A lebih dulu menyukai wanita A dan berusaha memberi kode-kode #aelah pada wanita A bahwa dirinya menyukai wanita A.
pria A berusaha menyadarkan wanita A akan perasaan wanita A yang sebenarnya pada pria A, mancing-mancing gitu, karena pria A tahu kalau wanita A sebenarnya menyukai pria A.
namun sayang, kode-kode yang diberikan kadang error yang berujung salah sangka dan saling ngambek. ckckck

di lain pihak, wanita A mempunyai kakak, wanita B, dan mereka sering saling curhat tentang pria yang mereka sukai apalagi setelah rahasia keluarga diketahui keduanya.

rahasia keluarga? hmmm

dan pria yang disukai wanita B adalah pria A dan itu sudah lama.
antara wanita A, wanita B dan pria A, mereka tak saling mengetahui bahwa ternyata mereka saling kenal.

jadi...

wanita A tak tahu jika pria yang disukai wanita B adalah pria A.
wanita B tak tahu jika pria yang disukai wanita A adalah pria A.
pria A tak tahu jika wanita A dan wanita B bersaudara.

-_-

di antara wanita A, wanita B dan pria A, ada seorang pria B.

pria B tahu bahwa wanita A adalah adiknya wanita B, yang hanya wanita B dan pria B saja yang tahu.

kenapa dirahasiakan? haha kenapa ya....

pria B dengan memberanikan diri, membesarkan hati, tak peduli apa yang terjadi karena daripada galau terus-terusan akhirnya mengakui pada wanita B bahwa dirinya menyukai wanita B.
wanita B merespon dengan setengah tak menyangka, bahwa saat ini dirinya tak bisa menerima rasa pria B karena wanita B menyukai pria lain.

akhirnya pria B menyadari, bahwa pria yang disukai wanita B adalah pria A.

pria B, wanita B dan pria A adalah sahabat sejak kuliah.
agar lebih yakin, pria B meminta agar wanita B mengakui bahwa apa benar pria A adalah pria yang disukai wanita B dan wanita B mengakuinya.
pria B menerima kejujuran wanita B tapi pria B juga dengan jujur mengatakan pada wanita B bahwa dirinya masih belum menyerah tentang perasaannya pada wanita B, walau tak bermaksud untuk memaksakan.
pria B ingin agar wanita B mengakui perasaannya pada pria A, karena pria B tak suka melihat wanita B yang tak jarang terlihat "tersiksa" karena rasa suka diam-diamnya pada pria A.

pria A. hufff... sebenarnya "kendali" cerita ada padanya.

tapi sayang, pria A kurang tegas soal perasaannya walaupun tahu bahwa wanita A adalah seseorang yang disukainya.
beberapa kali orang salah sangka, bahwa wanita B adalah orang yang disukainya karena pria A dan wanita B akrab dan sering terlihat bersama saat wanita B mengunjungi kantor pria B untuk urusan pekerjaan.
pria A seharusnya tahu bahwa wanita B menyukainya, tapi pria A selalu menganggap sikap perhatian dan baik dari wanita B adalah sikap biasa seseorang yang memang berteman baik. *plis deh, mas*

bahkan pria A terlalu menuruti kemauan ayah dan ibunya, ayah A dan ibu A.
pria A dengan jelas memberitahukan apa dan siapa yang disukai.

apa itu yang disukai pria A......? hehe

pria A mengatakan ada wanita lain, bukan wanita B, yang disukainya.
tapi karena kekurangtegasan pria A, ayah A dan ibu A selalu menyangka bahwa wanita yang disukainya memang wanita B.


#yang 'mencampuri':

ayah A ingin pria A menikahi wanita B karena ayah A menyukai wanita B dan menganggap wanita B dapat menerima masa lalu pria A, yang pria A sendiri belum tahu tentang masa lalunya.

masa lalu apa tho...?

ibu A tak menyukai wanita B karena menurutnya, wanita B tak pantas dengan pria A.
ibu A menganggap wanita B bukan berasal dari keluarga berada ataupun terpandang.
ibu A ingin menikahkan pria A dengan wanita yang (juga) berasal dari keluarga terpandang.

wanita C, pada awalnya tak menyukai ide perjodohan dengan pria A yang diatur oleh ibunya dan ibu B karena dirinya sering menjalani blind date macem itu.
namun pada pertemuan pertamanya dengan pria A, wanita C justru tertarik untuk melanjutkan perjodohan hanya karena pria A dengan terus terang mengatakan bahwa ada wanita lain yang disukainya.

yap, dengan alasan itu...wanita C merasa tertantang untuk 'mendapatkan' pria A dan berusaha 'mengalahkan' dan merebut posisi wanita A dari hati pria A.
selain itu, karena pria A selalu bersikap baik pada wanita C padahal pria A telah menolak rasa yang diberikan wanita C sehingga membuat wanita C merasa "pria A cukup berharga untuk didapatkan dan betapa beruntungnya wanita yang disukai pria A tersebut."

wanita C sempat salah sangka bahwa wanita B adalah wanita yang disukai pria A walau akhirnya wanita C tahu bahwa wanita A-lah yang disukai pria A dan merasa direndahkan karena menurutnya dirinya lebih baik dari wanita A.
tapi akhirnya wanita C sadar, tak semua yang diinginkannya dapat dimiliki dan perlahan mulai menjauh dari semua yang berhubungan dengan pria A.

pria C, selalu muncul di saat-saat yang tepat saat wanita A dalam kesulitan yang membuat wanita A mengagumi dan menghormati juga merasa berterimakasih pada pria C.
pria C yang menganggap sikap wanita A bersahabat serta hangat dan unik, akhirnya perlahan mulai tertarik pada wanita A.
pria C sempat "rebutan" dengan pria A untuk mendapat perhatian wanita A.
pria A mulai "mencium" bahwa pria C adalah saingannya.
sedangkan pria C juga mulai menyadari dan mendapati sendiri bahwa wanita A mulai menyukai pria A dan pria A menyukai wanita A.
pria C belum berbuat apa-apa, namun pria C merasa bahwa dirinya akan "kalah" dari pria A.

ibu B adalah ibu dari wanita A dan wanita B.
ibu B tahu bahwa wanita B menyukai pria A dan terlambat mengetahui bahwa pria A hanya menganggap wanita B sebagai sahabatnya.
ibu B terlanjur berharap agar pria A bisa bersama putrinya, wanita B.
namun setelah tahu sikap ibu A terhadap wanita B yang keterlaluan, ibu A mulai kesal dengan hal yang menimpa wanita B.

sikap seperti apa....?

ibu B ingin agar wanita B berhenti menyukai pria A tapi wanita B meyakinkan ibu B bahwa dirinya menyukai pria A.
sebagai seorang ibu, dirinya tak rela putrinya mendapat perlakuan seperti itu, tapi apa daya, ibu B berusaha menahan diri.

ibu C, merupakan teman dekat ibu B.
ibu C adalah junior ibu B semasa SMA.
ibu C yang merupakan ibu dari pria B, sangat menyukai wanita B dan berharap pria B menikah dengan wanita B.
tak jarang ibu C bertengkar dengan ibu B terutama berkaitan dengan keinginannya untuk menjadikan wanita B sebagai menantunya kelak, tapi ibu C tetap menganggap  ibu B adalah teman baiknya.

atau justru merasa 'takut' karena ibu B mengetahui rahasia ibu C....

walau secara materi keluarga ibu C lebih baik dari keluarga ibu B, ibu C tak mempermasalahkannya.
ibu C tak mempermasalahkan latar belakang keluarga wanita B, yang terpenting baginya adalah wanita B adalah orang yang baik.
namun sekali lagi sayang, dengan keras ibu B tak menyetujui ide untuk menjodohkan wanita B dengan pria B.

bagaimana hubungan ruwet mereka terurai........ 'O'



selamat menikmati~ :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcome blogger.... ^_^
Ber-komen-lah dengan bahasa yang baik & no SARA.