Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 30 Juli 2015

"Eh..mbak ini kemarin tralalala.. iya, dia pernah lho begininini begitututu. Saya tau itu... beneran."

Atau

"Tau nggak, mas itu dulu lalala yeyeye. Yah, gitu sih katanya si anu. Mungkin ya, mungkin lho mas itu tak dung cess tak dung dung."

Pernah nggak ngerasa ada dalam percakapan atau malah berujung perdebatan nggak penting "hanya" karena berawal dari prolog seperti (di atas) itu? Pernah pasti. Seeeeeeealim-alimnya manusia, minimal pasti pernah terjebak dalam rumpian macam tu. Pasti.

Di sini saya nggak ngebahas tentang apa atau bagaimana hukumnya dalam aturan beragama atau bagaimana sikap atau solusi yang sebaiknya diambil jika berada dalam situasi seperti itu. No. Saya cuma ingin menuliskan apa-apa yang menurut saya mengganggu (saya) sangat jika situasinya begitu. Serius, ini tulisan uneg-uneg jujur saya yang kadang saya nggak tahan nyimaknya.

Ya, situasinya jelas: ngomongin orang.