Senin, 22 November 2021

Sebentar Saja

 Sangat tidak suka dengan cerita sad ending.


Jalan cerita boleh-boleh saja membuat banyak air mata, hingga lelah dan sakit seluruh badan, tapi akhir bahagia adalah sebuah keharusan.


Tidak ada yang suka dengan kenyataan yang terlalu nyata pahitnya.


Pasti banyak penulis yang sayang pada karakter buatannya hingga tak rela karakternya berakhir sad ending.


Biarkan cerita itu membuatnya tersenyum sebentar saja, tak mengapa, sebelum kembali pada kenyataan.


Walau bahagia itu sekedar cerita dan karangan belaka.


Setidaknya itu happy ending tanpa tapi.


Kamis, 26 November 2020

Hidup Itu Selalu Tidak Jelas

Bagaiamana ini, rasanya sudah sering terlalu sering berpikir terlalu jauh.

Pikiran jauh itu mampu membuat diri ini tak lagi merasa harus berbuat sesuatu.

Pasrah.

Rasanya suka tapi rasanya rasa suka ini tidak seharusnya. Bukannya tidak benar tapi tidak seharusnya.

Suka sekali berpikir yang di awal menyenangkan tapi ujung-ujungnya jadi memikirkan hal-hal menyedihkan.

Ah. Betapa rasa ini tidak bisa dipuaskan walau dengan menuliskan sebanyak apapun.

Tapi menulis betul-betul bisa membuat saya melepas pikiran saya.

Alloh. Harusnya saya kembali padaMu dengan mencurahkan semua rasa ini. Tak sanggup rasanya menyimpan semua.

Sudah terlalu lama menjauh dariMu ya Alloh. Astaghfirulloh..baru ingat Engkau saat susah begini.

Susah rasa ini. Padahal Alloh telah mencukupi semua kebutuhan. Tapi rasa jiwa ini tak pernah terpuaskan, selalu sedih akan sesuatu yang belum dimiliki.

Terlalu takut untuk mengambil kesempatan yang selalu ada. Terlalu pengecut.

Perih rasa hati ini. Tak ada seorang pun yang paham dan saya tak ingin siapapun memahaminya. Karena beban ini adalah beban saya sendiri. Saya tak ingin membagi beban yang orang tak pahami.

Sudah lelah. Sudah lemah dengan segala sindiran yang mungkin bukan ditujukan untuk saya, tapi saya merasa itu sindiran memang untuk saya.

Semua yang ditampilkan ditunjukkan bukan apa yang setulusnya saya rasakan. Semua terasa kosong.

Ingin marah tapi tak tau karena apa dan buat apa juga ditujukan untuk siapa. Sungguh fase yang sangat meresahkan. Tak jelas.

Ya, memang hidup selalu sesuatu yang tak jelas.

Minggu, 21 Oktober 2018

semua tak lagi sama.
semua berubah.
saya berubah, orang-orang berubah.
banyak hal yang saya rindukan tak bisa saya rasakan lagi.

Jumat, 31 Agustus 2018

penilaian tanpa akhir

saat seseorang berkata pada orang-orang bahwa kamu bodoh, dan orang-orang percaya dan mulai menganggapmu bodoh..

Rabu, 06 Juni 2018

TERKADANG SAYA LUPA

Terkadang saya lupa, bukan hanya saya yg bermasalah. Orang lain juga punya masalah. Terutama masalah yang kata orang bisa jadi tentang CINTA.

Selasa, 08 Mei 2018

Saya adalah Saya

dulu...saya tak pernah sedikitpun memikirkan apa yang terjadi di hari ini.
dulu...saya tak pernah menyadari apa yang saya lakukan saat itu akan jadi seperti ini.
dulu...semua yang saya lakukan hanya berdasar rasa benar dan salah tanpa begitu mempertimbangkan bagaimana akibatnya di hari ini.

dulu...

dulu...

dulu.

Kamis, 19 April 2018

Rasakan, ran..Rasakanlah

Coba sejenak kau diam, ran...

Dengarkan apa yang ada di sekitarmu, bukan di pikiranmu.
Coba resapi lemah kuatnya suara-suara, pelan cepatnya suara-suara itu berlalu.
Apa yang kamu rasakan dari suara-suara itu, ran?
Lelahkah kamu mendengarnya?
Mau tak mau kamu akan terus mendengarnya, ran..

Sekarang...

Coba lihat sekitarmu, bukan gambar yang ada dalam imajinasimu.
Apa yang sebetulnya kamu lihat, ran?

Sabtu, 24 Juni 2017

Salah Siapa?

Sepertinya kamu tidak menyukai saya. Atau itu hanya perasaan saya saja?

apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.
- Ali bin Abi Thalib


Rasanya iya, semua yang kamu lakukan sangat berasa. Kamu begitu mudah emosi jika ada sedikit saja hal yang tidak kamu sukai, terlebih lagi jika hal itu menyangkut saya.

Minggu, 17 Januari 2016

Cerita Komedi

*yak...saya jadi inget mau buat cerpen ber-genre komedi. tapi lupa, ini alurnya bagaimana, ceritanya tentang apa. akhirnya beneran jadi tulisan komedi kan.

sungguh komedi sungguh lucu. pembuat tulisan ini gagal membuat cerita komedi karena lupa.

itulah sebabnya, selesaikan satu urusan walau lama, tak apa, asal jangan ditinggalkan terlalu lama.

end.*

HA Ha ha

Mikir..Mikir.....

Ternyata di suatu waktu, saya pernah membuat catatan seperti ini...

Tak kunjung di-post, mungkin malu, mungkin karena ndak jelas blas, mungkin karena terlalu nge-rap alias cepat susunan kata-katanya, mungkin karena catatan ini kesannya mentah banget dan apa-apa muntah begitu saja, mungkin karena..entahlah~

Mau nge-edit, apanya yang diedit.

Sekarang....setelah dibaca lagi, waw waktu itu perasaan atau pikiran ya yang sedang mendidih? Hmm

Sabtu, 27 Juni 2015

Anak Tetaplah Anak

Sampai kapanpun, bagi orangtua, Ibu dan Bapak, anak-anak mereka tetaplah anak-anak... akan selalu ada keinginan, perasaan untuk selalu merawat dan melindungi anak-anaknya.

Sebagai anak, akankah nanti kita juga merawat dan melindungi Ibu dan Bapak?

Sebagai pengingat bersama...jangan pernah lupa selalu mendo'akan, mengharapkan dan berlaku serta bersikap yang terbaik, berusahalah untuk Ibu dan Bapak kita. Sayangilah Ibu dan Bapakmu sebagaimana Ibu dan Bapakmu menyayangimu diwaktu kau kecil.

Berbuatlah yang terbaik, ringankanlah langkahmu untuk kebaikan orangtuamu walau mungkin terasa berat dan mustahil karena sesungguhnya tak ada yang mustahil buat Allah SWT selama ada usaha dan do'a. Jangan tambah lagi beban bagi Ibu dan Bapakmu. Kesuksesanmu ada karena terkabulnya setiap do'a orangtua yang tak hentinya dipanjatkan. Restu Allah SWT ada pada restu orangtuamu. Ridho Allah SWT ada pada ridho orangtuamu.

:)


Sumber gambar

Jumat, 05 Juni 2015

Aku Sekarang (Sudah) Tahu

Kamu ga akan tau kapan, dimana, bagaimana dan seperti apa permintaanmu dikabulkan karena suatu saat jawabannya seketika itu juga diperlihatkan dengan sejelasnya.

Dan kamu akan tau, itulah jawaban yang kamu butuhkan.

Tunggulah dengan tulus berharap.

Minggu, 31 Mei 2015

Aku Tak Tahu Lainnya

Aku tak tahu rasa lainnya.
Aku hanya tahu satu rasa saat ini.
Hancur.
Aku tak peduli bagaimana orang menilai.
Tentang...
Aku yang dulu.
Aku yang menurut versi mereka, kau.
Aku hanya tahu satu rasa saat ini.
Kacau.

Minggu, 10 Mei 2015

Paman dimana... Samchun odiesso... (2)


Dua anak kumal dan mencurigakan, begitulah kesan pertamaku pada dua kakak beradik Rosa dan Roni. Yah, di jaman sekarang yang apapun serba susah dimana nggak menutup kemungkinan juga semakin banyak pula tindak kejahatan dengan menggunakan modus yang beragam, salah satunya mungkin saja berpura-pura menjadi orang yang membuat korban merasa iba dan setelahnya...ah sungguh, aku nggak sanggup membayangkan kelanjutannya. Begitulah kesan pertamaku pada mereka. Khawatirku ini, berlebihan bukan?
Maklum saja, sehari-hari saat suami dan anak-anakku berangkat kerja dan sekolah, rumah seolah terasa begitu lapang. Sungguh menyebalkan.

Suatu kali aku pernah curhat pada suami.

"Yang, rumah ini sungguh nggak menyenangkan kalau nggak ada "keributan" di dalamnya."

"Bilang aja takut."

"Bukannya takut, tapi agak khawatir. Sepi, ih." Aku hanya senyum-senyum sambil mencubitinya. "Serius kok dibercandain."

"Ya..ya..takut."

"Ih."

Ah..suami dan aku memutuskan, Rosa dan Roni tinggal di rumah kami sampai mereka bisa bertemu dengan pamannya, Sigit alias Bejo, setelah ayah mereka meninggal beberapa bulan lalu. Bagas dan Bejo adalah sahabat suamiku. Lagipula kami sungguh nggak tega melihat anak-anak itu harus terlantar di luar sana tanpa perlindungan.

Jumat, 27 Februari 2015

Sedang Waras

semua orang diberi jatah rezeki, kesempatan, waktu, kemampuan yang sama oleh Allah SWT.

tapi bagi manusia...

rezeki sebanyak apapun yang ada pada-Nya akan tetap banyak berada di "tangan"-Nya jika manusia tak berusaha mencarinya. padahal kita mana tahu, Dia akan memberikan sedikit demi sedikit atau ditahan dulu lalu suatu saat diberikan yang banyak. ya, kita mana tahu.